Who's Online
We have 11 guests online
Statistics
Members : 4
Content : 90
Web Links : 1
Content View Hits : 67876
Home Jurnal Tahun 2012 Perencanaan Laba Dengan Analisis Break Event Point (BEP)

Perencanaan Laba Dengan Analisis Break Event Point (BEP)

User Rating: / 1
PoorBest 

Penerbit        : Media Bina Ilmiah Mataram

Volume          : Vol.6 No.5, September 2012

ISSN            : ISSN 1978-3787

Judul           :

Perencanaan Laba Dengan Analisis Break Event Point (BEP) Pada Perusahaan Tembakau PT.Tesco Ampenan Mataram

Penulis         : I Made Murjana

Institusi       : STIE ASM

Abstrak        :
<!-- @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->

Abstrak: Umumnya ukuran yang sering dipakai menilai sukses tidaknya suatu perusahaan adalah perolehan labanya, sedangkan laba itu sendiri dipengaruhi faktor- faktor seperti : harga jual produksi, biaya dan volume penjualan. Tiga faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu di dalam perencanaan laba hubungan antara biaya,volume, dan laba memegang peranan penting. Permasalahan dalam penelitian ini adalah volume produksi dan biaya variable yang berfluktuasi yang mempengaruhi pendapatan, dan perolehan laba yang cenderung turun juga. Tujuan penelitian untuk mengetahui volume penjualan PT.Tesco Santosa selama lima tahun dan juga mengetahui capaian target laba yang direncanakan. Jenis penelitian adalah deskriptif yang berusaha menggambarkan atau melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat kondisi yang ada pada perusahaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi, sedangkan alat analisis digunakan break even point (BEP) dalam rupiah dan unit dan untuk menghitung tingkat penjualan masing-masing produk digunakan produk mix dan sales mix . Hasil analisisnya diketahui selama lima tahun volume penjualannya berada diatas BEP yaitu pada tahun 2007 sebesar Rp 181.960.275,3 dan 10.109 unit, tahun 2008, Rp140.786.335,9, dan 7821 unit, tahun 2009 Rp 280.998.630,5, dan 15.269 unit, tahun 2010 sebesar Rp 387.206.277,4, dan 17.424 unit, dan tahun 2011 break even point sebesar Rp 347.920.089, dan 13.926 unit, sedangkan untuk mencapai target laba sebesar 16%perusahaan hams mampu menjual produk sebesar 21.246 unit,dan tingkat penjualan sebesar Rp 530.816.870,32.

Kata kunci: Perencanaan, Laba, Analisis Break Even Point


Downloads    :
Silakan download Fullteknya disini